Kepada Sahabatku yang Sedang Dirundung Duka

Jatuh cinta kepada lawan jenis itu wajar, tapi menjaga agar kita tetap berada dalam koridor jalanNya, itu yang perlu diperjuangkan. Sakit memang, jika dia lebih memilih yang-yangan dibandingkan melakukan penantian dengan terus menjaga ketaatan pada Rabb kita. Tak perlulah kau tunjukkan amarahmu, toh dia juga takkan peduli. Sahabatku, pernahkah kau tau hadits ini?

Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu tapi kau pasti mati. Berbuatlah sekehendakmu tapi kau pasti dibalas. Dan cintailah siapapun yang kau mau tapi engkau pasti berpisah dengannya.

(HR. ath-Thabrani)

Cinta memang ajaib, ia bisa membuat orang melakukan hal-hal gila, berkorban apa saja walaupun harus menempuh mara bahaya. Namun, nilai pengorbanan itu bergantung dengan apa dan siapa yang dicintainya. Jika sesuatu yang kau cintai merupakan bagian dari kefanaan, maka ia akan cepat berubah. Makanya, banyak kan tuh orang-orang yang perhatian di awal sama orang yang dicintainya, lalu perlahan memudar dan selanjutnya seakan tak ada bekas sama sekali kecuali duka. Ya, duka. Namun berbeda ketika engkau melandasi kecintaanmu karena Allah. Dikisahkan bahwa Rabi’ah Al-‘Adawiyah (w. 180 H) sering mengulang-ulang bait syair ini: “Engkau mendurhakai Tuhanmu, namun menampakkan kecintaan kepada-Nya. Ini adalah perbuatan yang mustahil dan sangat mengherankan. Jika saja cintamu memang tulus, pasti engkau menaati-Nya, karena sesungguhnya pecinta itu pasti patuh kepada yang dicintainya.” (Dari: Mukhtashar Syu’abul Iman, saya kutip dari http://goo.gl/LfiqX). Banyak kok orang yang berkata bahwa dia mencintai pasangannya karena Allah, namun justru dia melanggar perintahNya secara tidak sadar. Fisik memang tak berdua, tapi hati melakukannya. Mulut selalu mengingatkan kekasihnya akan ketaatan, tapi niatnya hanya agar membuat dia terkesan. Janji-janji cinta selalu dilisankan, tapi pernikahan yang halal dan suci tak segera dilangsungkan. Belum siap lah, ini lah itu lah. Iya ini aslinya curcol kisah suramku dulu. Memang iya sih, wanita butuh perhatian dan belaian kasih sayang. Makanya banyak yang terjebak di pacaran (berkedok ta’aruf) oleh ikhwan-ikhwan. Nasihat teman tak mereka hiraukan. Saya pernah lho, sampai disentil murobi gegara kasus kayak gini :p Kalaulah memang belum siap untuk melangsungkan pernikahan, jagalah hati.. jagalah hati.. jagalah hati dengan terus meningkatkan ketaqwaan. Jodoh yang merupakan bagian dari rezeki sudah Allah tetapkan. Tak perlu risau akan tak mendapat bagian, meskipun duka harus dirasakan. Tapi bukankah itu merupakan perjuangan menuju cinta dalam keabadian?🙂

Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-Maidah:100)

Masalahnya, kenapa sih kita tidak mau sabar? Takut ga kebagian jodoh? Takut si dia diambil orang?😀 Takut itu hanya bagi mereka yang ragu akan ke-Maha Kuasa-an dan Ketetapan Allah.

“Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), (sehingga) dia tidak bisa terus-menerus (dalam keadaan) lurus jalan (hidup)-nya.” (HR. Muslim no. 1468)

“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.” (Q.S. an-Naba’: 8)

Kurang apalagi jaminan dari Allah? :p Tenang aja soob🙂

Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) ALLAH itu, pasti datang (Q.S. Al-‘Ankabuut : 5)

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. (Q.S. Al-Baqarah : 45)

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman, “Mereka yang saling mencintai karena keagunganKu mempunyai mimbar-mimbar dari cahaya yang diinginkan oleh para Nabi dan para syuhada.” (HR At-Tirmidzi dari Mu’adz bin Jabal)

Pandangan adalah anak panah beracun dari anak panah iblis. Siapapun yang menghindarkannya karena takut kepada Allah, Allah akan mengaruniakan keimanan, yang ia temui rasa manisnya di dalam hati. (HR Al-Hakim)

==========================================================================

*TAMBAHAN, copas dari sini http://goo.gl/bJT1h *

permasalahannya adalah “bagaimana kita berikhtiar”, byk orang salah mengartikan bentuk ikhtiar (usaha) mencari jdoh. Misalnya dengan katakanlah pacaran, itu bukanlah cara yang baik bahkan ALLAH melaknatnya..

Cara yang terbaik adalah dng cara taaruf, kalau nanti saya mau menikah (kalau sudah cukup umur, hhe), saya insya ALLAH akan menghubungi dan meminta bantuan guru ngaji saya utk dicarikan jodoh, saya menmbuat biodata diri utk ditawarkan ke ikhwan yang kira2 akan dikenalkan dng sya, pun saya menerima biodata diri ikhwan ybs..

Nah, dari sana saya dan dia akan dipertemukan (tapi tidak berdua2an), itulah yang kita kenal dng taaruf.. Itu pun sebatas mengenal saja, melihat yang akan dinikahi (dinikahkan ke kita), bukan dng mengenal panjang spt pacaran :)

Berkaitan dng orang yang tidak berusaha, ana rasa itu bukanlah pilihan yang tepat,. namun wALLAHu a’lam jodohnya akan sampai juga jika ia mau berusaha..
Yg jelas, jodoh itu adalah kuasa ALLAH..
Jika kita mau berusaha (dengan cara yang baik), insya ALLAH dapat yang terbaik..

Caranya:
1. Berdoa (jodoh di tangan ALLAH)
2. Mjd yang baik (lelaki yang baik utk wanita yag baik)
3. Berusaha ^^, sekali lg dng cara yang baik..

Bukan takut dapat jodoh atau tidak, bukan cepat atau tidak datangnya, tapi yang lebih penting bagaimana kita meraihnya dng jalan yang diridhoi oleh ALLAH.. :) Insya ALLAH..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s