Social Media Junker

Mulut adalah cermin hati. Begitu pula jari, yang dengannya akan muncul banyak tulisan-tulisan. Belakangan saya mulai jarang mengupdate twitter, semenjak kejadian itu. Bersalah, iya.. dan juga saya mulai memikirkan bahwa akun-akun sosial media saya kebanyakan lebih berisi sampah, baik itu cacian nyinyir, sarkasme, keluhan, dan hal-hal lain yang kalau dipikir “ini apaan sih kayak gini aja mesti di-update dan semua orang (baca: follower) saya musti tau!”. Semacam tembok ratapan yahudi. Dengan banyaknya sampah-sampah itu bisa tercermin bahwa hati saya juga seperti itu. Pikiran bawah sadar. Enggak semuanya bisa terlihat secara detail jika kita hanya bertemu dengan mereka, ngobrol dan berinteraksi, ada kemungkinan pura-pura ramah kan? :p (su’udzon iki tepan). Kalaupun di twitter hanya pencitraan, ada kalanya pemilik akun “keceplosan”… dan itulah diri mereka sebenernya. Bukannya men-judge negatif diri saya sendiri (dan juga orang lain yang merasa), tapi memang seharusnya ada sikap berhati-hati dalam ‘berbicara’, apalagi ini ranahnya sosial dimana semua orang bisa membacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s