Ironis.

Acara tivi yang gak sehat.. marah-marah sama ortu demi pembenaran cinta. Sekolah yang seluruh siswinya pake rok mini, baju dikeluarkan. Ketidakhormatan murid pada guru. Pembenaran pluralisme dengan dalih toleransi. Hiburan humor yang mencela fisik dan tak jarang diikuti kekerasan (meskipun cuman steroform). Seks bebas anak sekolah dengan alasan penasaran, lalu disisipi married by accident sebagai pesan moral yang bertanggungjawab… Ah, aku rindu tayangan tivi bermutu. Orientasi uang, juga mungkin pesanan pihak tertentu untuk menancapkan mindset bangsat. Maka tak heran, anak-anak yang terlalu bebas.. kasar.. liar.. cabul..seperti merupakan hal yang biasa yang ada di sekeliling. Banyak orang tua yang hanya bisa mengelus dada, “Ah, anak saiki wes ora kaya jamanku ndhisik.” Pendidikan karakter juga agama yang mereka ajarkan di rumah seakan sia-sia dan terlihat seperti ‘tak mampu’ menghadapi tantangan zaman. Pengaruh lingkungan pergaulan juga sih. Tapi tetap saja media memiliki peran yang amat besar. Namun tak jarang juga orang tua yang hanya cuek. Mengalir seperti air. Mingkem. Seakan mereka lupa, ada tanggung jawab besar dibalik amanah diberikannya seorang anak. Memang benar kata sebagian orang, matikan tivi dan hidup akan menjadi lebih berarti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s