Cover Majalah

Bbletsmcaaatb1q

Eeerrr… ini cover majalah yang bahas soal teknologi? O.o

(via @wikupedia)
source : dimari

Iklan

Impian

Img_0469nnk

Pernah terlintas di benak kepala, saya ingin menjadi seorang guru.. di pulau terpencil yang jauh akan hingar bingar, di mana anak-anak kecil tak mengerti apa itu android, facebook, twitter. Mungkin memang sedikit yang bisa saya ajarkan… entah itu sekedar hitung-hitungan sederhana, bahasa, dan juga sedikit bekal agama. Meskipun demikian, bukan berarti hal itu menjadi penghalang untuk menyampaikan kepada mereka bukan? Bisa jadi, hiburan saya satu-satunya hanya senyum mereka yang selalu menghiasi ketika satu persatu materi saya ajarkan. Dan saya yakin, hal itu jauh lebih indah dibandingkan apa yang saya dapat selama ini di Jawa. Ketika senja mulai tiba, saya berjalan menyusuri tepi pantai sambil membaca ayat-ayat semesta bersama mereka. Ah… akan banyak hal yang bisa saya pelajari di sana nantinya. Dan siapa tau, akan ada tokoh-tokoh muda baru dari mereka, yang akan merubah dunia! :’)

 

*gambar dari sini : https://indonesiamengajar.org/cerita-pm/ahmad-fakhruroji/kelas-jauh-ternyata-… *

Ironis.

Acara tivi yang gak sehat.. marah-marah sama ortu demi pembenaran cinta. Sekolah yang seluruh siswinya pake rok mini, baju dikeluarkan. Ketidakhormatan murid pada guru. Pembenaran pluralisme dengan dalih toleransi. Hiburan humor yang mencela fisik dan tak jarang diikuti kekerasan (meskipun cuman steroform). Seks bebas anak sekolah dengan alasan penasaran, lalu disisipi married by accident sebagai pesan moral yang bertanggungjawab… Ah, aku rindu tayangan tivi bermutu. Orientasi uang, juga mungkin pesanan pihak tertentu untuk menancapkan mindset bangsat. Maka tak heran, anak-anak yang terlalu bebas.. kasar.. liar.. cabul..seperti merupakan hal yang biasa yang ada di sekeliling. Banyak orang tua yang hanya bisa mengelus dada, “Ah, anak saiki wes ora kaya jamanku ndhisik.” Pendidikan karakter juga agama yang mereka ajarkan di rumah seakan sia-sia dan terlihat seperti ‘tak mampu’ menghadapi tantangan zaman. Pengaruh lingkungan pergaulan juga sih. Tapi tetap saja media memiliki peran yang amat besar. Namun tak jarang juga orang tua yang hanya cuek. Mengalir seperti air. Mingkem. Seakan mereka lupa, ada tanggung jawab besar dibalik amanah diberikannya seorang anak. Memang benar kata sebagian orang, matikan tivi dan hidup akan menjadi lebih berarti.