Hai, kamu

Hai, kamu
yang hari ini jadi wallpaper hapeku
yang belum pernah kita sekalipun bertemu – sapa
yang entah kenapa selalu menjadi bayang-bayang, hinggap tanpa adanya kepastian
ah, ini kan ketertarikan fisik semata, bukan karena aku benar-benar mencintaimu… bisikku lirih dalam hati
berusaha meyakinkan
betapa tipis yang memungkinkan kita untuk menjadi pasangan…
melahirkan generasi penerus umat Rasulullah
bukan aku tak ingin mengungkapkan
hanya ingin terus menjaga hati ini, untuk seorang pendamping hati atas kehalalan yang hakiki

Subhanallah!

Dn4879-1_596

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (QS. As Sajdah : 5)

Setelah membaca terjemahan ayat tersebut, rasa penasaran saya kemudian memuncak. Ini yang dimaksud seribu tahun itu seribu tahun cahaya atau seribu tahun perjalanan dengan roket biasa? Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin yang dimaksud seribu tahun di sini adalah seribu tahun cahaya, mengingat ahli astronomi lebih sering menyebut ukuran jarak antar massa di alam semesta dengan satuan 'cahaya'. Nah, ukuran panjang satu detik cahaya kira-kira 299.792,4989 km/detik, atau jika dibulatkan 300.000km/detik. Maka dapat disimpulkan bahwa seribu tahun dalam ayat ini:

300.000 km x 3600 (jam) x 24 (hari) x 30 (bulan) x 12 (tahun) x 1000 = 9.331.200.000.000.000 km

Wuiihh.. nggilani tenan e cak jaraknya! Jajal wes mbok hitung sendiri, ya bisa jadi saya ada salah gitu pas ngitung. Njuk itu bacanya gimana ya mbuh wkwk. Ngebayangin aja gitu kalau misalkan kita ke akhiratnya numpak pesawatnya NASA. Entenano sak modarmu (–")
Subhanallah tenan ini, njuk diameter alam semesta ini berapa jal? Duh sampek mumet aku. Oh iya, dan saya pernah baca kalau alam semesta ini bentuknya kayak terompet. Nah, kita berada di ujung terompet terluar yang suatu saat bisa ditiup kapan aja… dan itu berarti akhir dari dunia loh boy en ses! Serius, ini nggilani dan nggrawasi banget!!

"Turunnya Al Qur'an, yang tidak ada keraguan padanya, dari Rabb semesta alam. Tetapi mengapa mereka mengatakan,"Dia Muhammad mengada-adakannya." Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran yang datang dari Rabb-mu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk." (QS. As Sajdah: 2 – 3)